"Kak!" Kata Jeni. "Apa, Yen" Tanya Nicel. "Kakak, kalau kita pisah dan gak bisa ketemuan lagi.. "Kata Jeni murung. "Kita tetep sahabat kan?" Tanyanya. "Pasti dong! Memangnya ada apa? Kok, tiba-tiba nanya kaya gitu" Tanya Nicel penasaran.
"Sebenarnya.. Ada orang yang akan mengadopsi kami, tapi kami takut gak bisa ketemu Kakak lagi! Apalagi, Kak Cel itu baik sekali.. Dan, kami juga belum bisa balas budi! Tapi, Kak Cel janji kan, gak bakal nglupain kami?" Tanya Jeni.
"Iya betul itu! Kak Cel harus janji!" Kata Gita."Oh, syukurlah. Ada orang yang mau mengadopsi kalian. Nggak apa apa kok, itu juga demi kebaikan kalian. Oke deh, janji.. " Jawab Nicel lembut.
"Makasih kak!" Ucap Jeni dan Gita. Merekapun bercerita banyak hal karena mereka takut tidak dapat bertemu lagi.
"Udah ya, aku mau pulang dulu. Bye Jen! Inget ya, tetep jadi sahabat!" Kata Nicel sambil melihat jam yang menunjukkan jam 14.05
"Oke, Kak! Bye too" Jawab Jeni dan Gita sambil mengantar Nicel sampai pagar.
Nicel pun membuka pintu dan pergi menuruni tangga.
2 hari kemudian..
"Assalamualaikum.. Kak Cel?" Sapa seorang gadis yang sedang mengetuk pintu rumah Nicel.
"Iya, sebentar" Jawab Nicel dari dalam rumah. Pintu pun terbuka.
"Yeyen... " Teriak Nicel gembira.
"Untung ya, Kak! Ternyata kita dapat bertemu gara-gara tetanggaan!" Kata Jeni sambil duduk.
"Iyaa.. Ternyata, masih bisa ketemuan! Mau minum apa?" Tanya Nicel.
"Jangan repot-repot, cuma bentar kok Kak!" Kata Jeni.
"Kok bentar? Ku kira mau main.. Mana Gita?" Tanya Nicel.
"Gita lagi ada bimbel.. Nggak kok Kak! Sebenarnya, aku kesini buat ngajak Kakak ke toko buku soalnya ingin beli banyak buku untuk anak Panti Asuhan!" Jelas Jeni.
"Oke, aku ambil uang dulu ya. Kita mau naik apa kesana? Kamu kesini naik apa" Tanya Nicel.
"Naik mobil aja, aku kesini diantar Ayah " Jawab Jeni. Setelah Nicel mengambil uang.
Mereka pun pergi menuju toko buku dengan naik mobil yang disopiri Ayah angkat Jeni.
"Ayah, aku dan Kak Nicel aja ya, yang masuk!" Kata Jeni.
"Siap, komandan. Ditunggu di Pondok Ice Cream ya" Jawab ayah Jeni yang terkesan humoris.
Setelah 1 jam membeli buku, Jeni dan Nicel pun keluar toko buku dengan membawa banyak bingkisan dan 1 kotak besar. Mereka pun segera menuju Pondok Ice Cream yang tak jauh dari sana.
"Ayah, setelah ini boleh antar aku ke Panti Asuhan ya?" Kata Jeni saat telah tiba disana."Boleh kok! Dengan Cecel juga?" Tanya Ayah Jeni dan lucunya ia memanggil Nicel dengan sebutan Cecel.
"Iya dong" Kata Nicel. Merekapun memesan Ice Cream dan memakannya sampai tidak ada yang tersisa.
Setelah itu merekapun pergi menuju Panti Asuhan dan untungnya pagar sudah terbuka.
"Permisi, Bu Ike.. Boleh mampir gak?" Tanya Ayah Jeni sambil membawa bingkisan dan kotak besar.
Bu Ikepun menoleh dan membantu membawa bingkisan dan kotak besar itu.
"Boleh dong, kapan aja gapapa kok Pak!" Jawab Bu Ike.
Mereka pun segera membagikan bingkisan dan kotak besar kepada anak Panti Asuhan dan terlihat senyum mereka karena bisa mendaptkan beragam macam buku dan alat tulis disertai mainan bekas yang masih layak digunakan. Dari Panti Asuhan itupun terdengar gelak tawa mereka.
#Tamat#
Tidak ada komentar:
Posting Komentar