"Baiklah sayang, titip salam buat Bu Ike dan Bu Heni ya nak" Jawab Mama di dapur.
"Oke ma. Mama, Nicel boleh ambil 2 toples kue ya ma?" Tanya Nicel dengan berlari kecil ke dapur.
"Iya sayang. Jangan lupa setelah itu langsung pulang. Jika jam 14.30 tidak pulang, uang sakumu mama potong" Jawab Mama.
"Siap bos!" Balas Nicel gembira, setelah itu Nicel pun mengambil 2 toples kue di kulkas.
"Ma, aku berangkat dulu ya ma" Kata Nicel, setelah itu Nicel pun berpamitan dengan Mama tersayangnya.
Tidak sampai setengah jam, Nicel sampai dengan sepedanya. Memang jarak antara Panti Asuhan dan rumah Nicel sedikit jauh atau bisa dibilang lumayan dan memakan waktu 20 menit, itupun jika jalanan sepi kendaraan.
"Assalamualaikum, Bu Heni? Bu Ike?" Seru Nicel sambil menunggu di pagar Panti Asuhan.
"Iya sebentar, Aduh kuncinya mana ya? Oh ini ketemu!" Balas Bu Ike dari dalam Panti, ia memang terkenal akan penyakit lupanya dan kadang ia lupa bahwa ia dimana.
"Bentar ya" pintu Panti asuhan terbuka, Tampak seorang wanita berkaca mata yang bisa dibilang masih muda.
"Bu Ike lupa lagi ya? Oh ya, Jeni ada?" Tanya Nicel dengan nada bercanda. Nicel pun memarkirkan sepedanya di tempat parkir dan ia langsung masuk dengan membawa 2 toples kue.
"Hehehehe, oh Jeni ada didalam" Jawab Bu Ike, setelah Bu Ike menutup pagar ia pun meletakkan kunci pagar itu. Bahkan dulu ia pernah menghilangkan 9 kunci pagar.
"Kak Nic" , "Nice", "Mbak Nicel"
Begitulah anak Panti Asuhan memanggil Nicel.
"Hallo.. Ini ada, kue buat kalian! Jangan lupa, cuci tangan dulu ya! ^o^ " Kata Nicel sambil meletakkan toples kue bolu.
"Baik kak!" Jawab mereka.
Merekapun langsung mencuci tangan dan mengambil kue di dalam toples itu, kadang ada pula yang rebutan demi kue itu.
"Kakak pergi ke atas dulu ya!" Kata Nicel.
"Oke!"
"Oh iya, Bu Ike dan Bu Heni dapat salam dari mama" Kata Nicel yang melihat mereka memasak.
"Iya makasih ya.. Titip salam juga ya!" Jawab Bu Ike dan Bu Heni.
"Oke bu!" Jawabnya.
Setelah itu ia pergi menuju Kamar 31 di lantai 2, meskipun itu hanyalah sebuah Panti Asuhan namun Panti Asuhan ini memiliki 2 lantai untuk menampung anak yatim piatu dan juga memiliki fasilitas yang lengkap.
"Assalamualaikum, Yeyen? Gita" Seru Nicel sambil mengetuk pintu kamar nomer 31 itu. 1 kamar memang mencakup 8 anak karena memang kamarnya luas dan Jeni memiliki adik bernama Geta.
"Iya bentar, Kak Cel"Jawab Jeni yang sering dipanggil Yeyen sama Nicel pun keluar dari dalam kamar. Pintu Kamar 31pun terbuka.
Nicel pun masuk kamar itu. Didalam kamar sudah ada Gita yang sedang bermain komputer.
"Oh, aku bawa buku cerita loh.. Dan juga bawa makanan kesukaan Gita yaitu Kue bolu coklat" Seru Nicel. Nicel pun membuka tasnya dan mengeluarkan 4 buku cerita dan 1 kotak kue bolu coklat.
"Makasih, my pretty bestfriend. Kamu tahu nggak, kalau aku dapet beasiswa loh! Dengan Geta juga" Jawab Jeni bersemangat.
"Oh ya, bagus dong. Di sekolah mana?" Tanya Nicel antusias.
"Di Batavia Junior High School?" Jawab Jeni.
"Kalau Gita?" Tanya Nicel sambil menonton kartun di televisi bareng Jeni dengan duduk di sofa.
"Di Batavia Elementary School, btw Kak Cel mau minum apa?" Tanya Gita.
"Air putih aja.. Enak dong, sekolahnya deketan" Kata Nicel.
"Iya, betul Kak" Jawab Mereka.
"Kalau Kak Cel, sekolah mana?" Tanya Gita.
"Di IJHS (International Junior High School)" Jawab Nicel.
"Wah, jauh ya" Kata Jeni.
"Hahaha.. Iya, Yen!" Jawab Nicel.
"Kak!" Kata Jeni.
"Apa, Yen" Tanya Nicel.
"Kakak, kalau kita pisah dan gak bisa ketemuan lagi.. "Kata Jeni murung.
"Kita tetep sahabat kan?" Tanyanya.
"Pasti dong! Memangnya ada apa? Kok, tiba-tiba nanya kaya gitu" Tanya Nicel penasaran.
"Sebenarnya.. "
Bersambung....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar