Tugas Prakarya yang Penuh Kejutan
"Jadi sepakat ya! Nanti sore sesudah shalat ashar ke rumahnya Nia!" Kata Desi, selaku ketua kelompok.
"Sip, nanti aku bawa snack yang banyak deh. Lik nanti ke rumah ya jemput aku" Kata Eta, si doyan makan.
"Siap deh. Nanti ke rumahmu. Naik sepedakan?" Tanya Lika.
"Nggak" Jawab Eta. Eta langsung mencatat barang kebutuhan kelompok yang akan dibelinya.
"Terus?" Tanya Lika. "Naik dokar" Jawab Eta usil, Eta tersenyum diam diam.
"Kok bisa?" Tanya Lika bingung. Lika langsung melihat Eta yang menulis.
"Kalian mau naik dokar?" Tanya Nia ikut dibuat bingung oleh Eta.
"Kalian lucu ya kalau aku ngelawak. Hehehehe, kalian 0 aku 2!" ejek Eta sambil tertawa puas akan kemenangannya. Desi langsung tertawa karena tingkah teman temannya.
"Eta ...." Geram Lika dan Nia. Lika dan Nia langsung menyerbu Eta dan menggelitikinya karena Eta tidak tahan geli. Desi hanya menyaksikan dan tertawa melihat itu.
"Sudah, geli nih, aku nyerah deh" Tawa Eta. Eta langsung ingin bangkit dan terlihat hampir menangis.
"Kasian delu" ejek Lika.
"Kita 10, Eta 2 .." Kata Nia.
"Udah yuk. Kita harus beli bahan dulu!" Lerai Desi.
"Iya nih. Udah jam 11 tau" Kata Eta.
"Ya udah. Ayo berangkat. Let s Go Friend" Ajak Lika.
"Oh ya lupa. Ta! Mana catatannya?" Tanya Desi.
"Nih" Jawab Eta sambil menyerahkan catatan.
Mereka berempat langsung pergi ke toko fotocopy'an dekat sekolah. Karena ini hari Sabtu jadi sekolah mereka pulang jam setengah 11.
"Beli apa dek?" Tanya karyawan toko.
"Beli spidol warna warni satu set, kertas manilla 1 lembar berwarna biru, stiker hello kitty dan doraemon, kertas buffalo berwarna hijau, kuning, merah, bubuk glitter, lem" Baca Desi.
"Oke, ada lagi?" Tanya karyawan. Desi langsung menggelengkan kepala tanda tidak ingin.
Karyawan toko langsung mengambilkan benda yang diinginkan oleh Desi.
"Kertas lipat (Origami) berapaan ya mas?" Tanya Desi.
"8000" Jawab karyawan.
"Ya udah deh, 1 set aja. Yang tebel kan?" Tanya Desi.
"Iya" Jawabnya. Sesudah itu Desi dan yang lain pergi ke kasir untuk membayar.
"Berapa semua?" Tanya Desi.
"40.600" Jawab petugas kasir.
"Oke nih!" Kata Desi sambil menyodorkan uang 48.600
"Kembaliannya sekalian permen lollipop ya" Kata Eta.
Teman-temannya tertawa. Petugas kasir hanya tersenyum melihat tingkah Eta.
"Jangan lupa sikat gigi sesudah makan permen ya! Juga jangan banyak banyak makannya" Pesan petugas kasir. Eta tersipu malu mendengar itu.
"Sudah nih" Kata petugas kasir menyodorkan kantong kresek belanjaan.
"Terima Kasih" Kata Desi.
"Nia, ini dibawa kamu ya! Nggak papa kan?" Tanya Desi.
"Nggak papa kok. Nanti ayahku jemput aku!" Jawab Nia.
Mereka langsung pulang ke rumahnya masing masing.
Jam 15.40 di rumah Nia ...
"Tulisannya kita nulis tangan ya. Yang merasa tulisannya bagus ya nulis di kertas manilla. Bacaannya ada di laptop. Sebagai bantuan sudah aku gariskan agar terlihat rapi. Yang tulisannya nggak terlalu bagus ada yang gunting, ada yang nempelin, ada yang melipat kertas buffalo dan origami berbentuk bunga. Contoh atau cara ngelipatnya ada di buku origamiku! Untuk permen lollipop, makannya nanti! "Jelas Desi.
"Ketua Desi, saya punya usul! '' Kata Nia.
"Iya ada apa Nia?" Tanya Desi.
"Agar lebih unik lagi dan terlihat rame, bagaimana jika kita beri pita dari kain perca ini. Dan juga nanti judulnya, kita ambil dari kertas kado. Bagaimana?" Tanya Nia.
"Setuju" Jawab seluruh teman.
Mereka langsung bekerja, Desi menggunting kertas buffalo dan menempelkan stiker. Eta melipat kertas origami dan menjahit kain perca. Nia membuat judul dan menempelkan apa yang perlu dengan lem. Lika menulis. Semuanya bekerja, meskipun kadang mereka bercanda.
"Tok .. tok .. tok ..."
Semua menoleh kepintu dan Nia membuka pintu kamarnya.
"Eh bunda! Ada apa Bun?" Tanya Nia.
"Ini Jus Jeruknya dan camilannya" Kata Bunda Ida (Nama bundanya Nia)
"Makasih Bun" Kata Eta. Memang panggilan paling akrab untuk bundanya Nia adalah Bunda juga karena Bunda Nia adalah Ketua Komite Sekolah dan Ketua RW setempat.
"Oh iya Bunda, Mama tadi pesan brownies cakenya yang rasa coklat buat besok sore. Ini uangnya!" Kata Lika, Lika langsung memberikan amplop berwarna putih yang pastinya berisi uang.
"Bentar ya. Kwitansinya" Kata Bunda Ida.
Bunda Ida mengambil buku kecil dari sakunya dan mencatat, setelah itu ia memberikan sobekan kwitansi ke Lika.
"Semangat ya!" Pesan Bunda Ida. Bunda Ida'pun meninggalkan mereka.
"Hoam .... ngantuk nih!" Kelus Eta.
"Kasihan ... '' ejek Lika.
"Istirahat dulu ya 5 menit! Silahkan dimakan camilannya" Kata Desi.
"Ye .. '' Kata Nia senang.
Mereka langsung menyerbu permen lollipop, camilan dan jus jeruk.
"Enakkan kuenya?" Tanya Nia.
"Iya .." Jawab Desi.
"Aku loh yang buat" Kata Nia senang.
"Oh, kalau gitu gak enak! Kurang gulanya" Canda Desi.
"Betul, air air. Mana air?" ejek Lika.
"Ada air selokan depan rumah tuh" Kata Nia cemberut.
"Eits, marah nih ye?" Kata Eta.
"Heheheghehehehgehehegehegehegehehehehhhhe" Tawa merekapun pecah.
"Kucingmu mana?" Tanya Desi.
"Oh, si Mochi! Puss .. puss .. puss" Kata Nia.
"Kok namanya Mochi sih? Mochi'kan enak" Keluh Eta.
"Iya, Mochi itukan kue jepang! Mamaku sering beli!" Kata Lika.
"Tau nih. Mungkin kucingnya Nia suka makan kue Mochi kali!" Canda Desi.
"Kucingku aku beri nama Mochi karena pipinya yang bulat dan gemesin kaya kue Mochi!" Terang Nia.
Nia memeluk Mochi yang berjalan ke arahnya. Nia langsung membelai bulunya yang berwarna putih.
"Iya ya. Kaya kue Mochi" Kata Desi.
Desi ikut membelai Mochi. Setelah itu, Mochi berjalan ke arah Jus Jeruk milik Eta.
Dan ......... Pyar ..............
"Mochi! Huuuuuuuu .. prakarya kita rusak!" Keluh Nia.
Nia langsung menaruh Mochi di kandangnya.
"Maaf ya semua!" Kata Nia. Nia langsung duduk kembali di tempatnya.
"Duh gimana nih?" Tanya Desi cemas.
"Ya nggak papa, perbaiki dikit saja! Kan yang rusak hanya tulisan judul aja dan bunga origaminya!" Kata Eta berpikir mudah sambil menghabiskan camilannya.
"Iya ya .. Tapi bagaimana cara buat judul yang bagus lagi?" Tanya Lika.
"Iya nih .. Sekalian lebih bagus dari ini!" Usul Desi dengan nada khasnya cempreng .. wkwkwkwk .....
"Mana 4 artikelnya belum selesai!" Keluh Nia.
"Gampang tuh. Masalah tulisan sih, lebih baik tulisannya jangan indah & lembut seperti judul buatan Nia! Aku pinginnya sekarang tulisan kita bermodel abstrak tapi bisa dibaca!" Jelas Eta.
"Iya sih! Bisa bisa aja sih" Kata Nia.
"Masalahnya siapa yang bisa buat pola judul bermodel abstrak!" Tanya Eta.
"Aku aja nggak bisa!" Keluh Desi.
"Aku bisa!" Kata Lika.
"Tapi kamu kan nulis!" Kata Desi.
"Ah gampang! Tinggal 4 aja!" Kata Lika.
"Aku bantu kamu ya! Aku nulis yang teknik menghafal & cara jitu tes!" Usul Nia.
"Nggak papa nih?" Tanya Lika dengan perasaan bersalah.
"Iya nggak papa! Suer werewer deh" Kata Nia sambil tersenyum.
"Deal yah semua" Kata Eta.
"Deal .." Jawab teman-temannya.
Mereka langsung bekerja lagi, tentu diusahakan cepat. Lika berusaha menulis bacaan secara cepat tapi indah, begitu juga dengan Nia. Mereka mengerjakan dengan sungguh sungguh. Kali ini suasananya hening yang ada hanya suara kipas angin dan suara gunting.
Tick tock .. Tick .. Tock .. Jam 18.10 ..
"Dek ... udah dulu .. Shalat Maghrib yuk! Kalian bawa ruku kan?" Kata Kak Ina, Kakak Nia.
"Sudah hampir selesai kak" Jawab Nia sambil membubuhkan bubuk glitter di nama anggota kelompok.
"Ya udah, Mochimu udah diberi makan?" Tanya Kak Ina.
"Aduh lupa .... Allhamdulillah Belum kak .. Hehehehehe" Tawa Nia.
"Aku kasih makan ya!" Usul Desi.
"Sip! Catfoodnya ada di samping kandang Mochi ya!" Kata Kak Ina.
"Kakak wudhu dulu ya .. Bye! Setelah shalat makan malam ya! Makanannya ada di dapur. Nia ajak temanmu!" Perintah Kak Ina. Kak Ina'pun pergi meninggalkan mereka.
"Selesai .... Semoga besok Senin. Ini jadi yang terbaik lagi, meskipun mungkin akan jadi yang kedua" Kata Desi sambil merapikan perkerjaannya.
"Hush .. Jangan jadi pesimis dong!" Kata Eta.
"Iya nih .. Meskipun ini nggak jadi yang terbaik tapi kita udah memberikan dan berusaha untuk yang terbaik" Kata Nia.
"Betul ......" Kata Lika.
"Hehehehehe .. Sorry guys ....." Kata Desi.
"Yuk shalat di mushola!" Kata Lika.
"Untung kita bawa ruku" ujar Desi.
"Ayo ............................" Ajak Nia.
Mereka langsung ambil wudhu dan shalat, makan and go home ........
*
*
*
*
*
Di Sekolah, Hari Senin ....... Sesudah Upacara Bendera,
"Anak-anak, tugas prakaryanya sudah selesai" Kata Bu Caca selaku Guru SBDP
"Sudah bu" Jawab anak-anak.
"Baiklah maju perkelompok ya! Kelompok 1, Desi, Lika, Eta dan Nia, sekalian menunggu giliran kerjakan buku LKS hal 54 No 1-20" Perintah Bu Caca.
Desi, Lika dan 2 teman lainnya langsung maju untuk menyerahkan hasil prakarya mereka.
Setelah itu, mereka langsung duduk kembali ke kursi mereka masing-masing.
Satu persatu kelompok mengumpulkan biasanya 3 hasil terbagus akan di pajang di papan mading sekolah mereka, dan setelah seminggu diganti hasil kelompok lain.
* Kriingggggg ........... Kriiiiiiiing ................
"Baiklah anak-anak, kalian istirahat dulu, saya mau menempelkan hasil prakarya kalian!" Perintah Bu Caca.
Waktu istirahat, perjalanan ke papan mading,
"Huh .. nggak sabar lihat papan mading!" Ujar Lika.
"Sama. Semoga kita masuk ya .." Kata Eta.
"Iya kalau kita masuk, kita akan dapat bintang berkilau lagi di tabel kinerja!" Kata Nia
"Semoga ya" Kata Desi masih dalam keputusasaan karena kejadian hari Sabtu.
"Mari kita lihat ......" Ajak Eta menemukan hasil kelompok mereka di papan mading
"Yipi .......... Wow ......" Kata Nia menemukan hasil karya mereka yang mendapat nilai A + yang berarti mereka adalah yang terbaik ke 1.
"This is amazing friend!" Puji Lika.
"Nggak nyangka banget. Kita menjadi yang terbaik lagi!" Kata Desi.
"Ini semua berkat kekompakan dan semangat kita ......" Kata Eta.
"Ternyata kita tidak perlu pesimis ya jika menemukan kegagalan .." Kata Desi.
"Ini semua karena Mochi .." Tawa Lika.
"Iya betul juga .. Thanks Mochi .." Kata Desi.
"Kasian Mochi!" Keluh Nia.
"Kenapa Mochi?" Tanya Eta.
"Dia sakit kemarin, tadi pagi dibawa Bunda ke rumah sakit hewan dekat toko fotocopy itu loh!" Kata Nia sedih.
"Gimana kalau nanti sepulang sekolah kita ke rumah mu?" Tanya Desi.
"Iya, kita pingin jenguk si Mochi!" Kata Lika.
"Oke, aku tunggu ya. Kalian ganti baju dulu & minta izin sama ortu kalian!" Usul Nia.
"Sip ......" Kata mereka.
"Sungguh tugas yang penuh kejutan @ _ @" Kata mereka.
Thanks for reading> _ <!!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar