Jam 06.00, seperti biasanya. Aku yang sudah bersiap untuk sekolah dengan pakaian pramuka lengkap. Hari ini adalah hari Sabtu. Hari ini adalah hari melelahkan karena sekarang adalah waktu untuk Praktek Olahraga.
Selesai sarapan aku langsung mengambil tas putihku dan berangkat sekolah dengan berjalan kaki. Karena jarak antara sekolah dan rumahku bisa dibilang dekat.
"Hira!" Teriak seseorang di belakangku.
"Iya" Jawabku sambil menoleh kebelakang.
"Tumben banget berangkat pagi?" Tanya Yuda, salah satu teman sekolahku.
"Aku juga bingung, kamu nggak bawa sepeda?" Tanyaku saat melihat Yuda berjalan kaki.
"Kamu kemarin nggak lihat, pedal sepedaku copot. Bannya juga bocor" Tawa Yuda.
Aku baru teringat peristiwa seru itu. Fery, ia menabrak tembok sekolah dengan sepeda Yuda. Fery jatuh, tangan kirinya terluka. Sungguh seru. Fery langsung tertawa saat teman yang lain khawatir dengan luka Fery.
Semuanya bingung, tanpa terkecuali aku dan Yuda. Untung Fery mau bertanggung jawab atas sepeda Yuda.
Karena Paman Fery memiliki bengkel. Pulang sekolah aku, Yuda, Fery dan Elsa langsung pergi ke bengkel tempat Pamannya bekerja. Kata Paman Indra, perlu waktu beberapa hari. Tidak lupa, Paman Indra memarahi Fery dan mempersilahkan kami makan kue tradisional khas Jawa Timur.
"Aku ke kantin dulu ya, Bye" Kataku kepada Yuda. Hehehehe.. Aku memang tidak pernah absen dari kantin sekolahku. Kadang sesudah shalat dhuhur, mau tak mau, rumah Bu Tera yang berada di samping musholah sekolah akan ku datangi demi jajanan sehat dan tradisional. Untung Bu Tera sangat sabar.
Setelah itu, aku langsung pergi ke kelasku yang berada di lantai atas.
Aku dikejutkan dengan suara kucing yang lucu. Yuda, ia sangat takut terhadap kucing. Karena dulu ia pernah di cakar oleh kucing.
"Hira, ada kucing didalam kelas" Seru Yuda sambil berlari.
"Oh" Jawabku. "Dimana? Kok nggak ada?" Tanyaku saat masuk kekelas.
"Dibawah meja guru" Jawab Yuda diluar kelas.
Aku langsung ke meja guru. Kucing putih hitam ada disana. Aku langsung mengelusnya dan membawanya keluar kelas. Aku melihat ada kardus mi didepan kelas. Ternyata tidak ada isinya. Aku langsung meletakkan kucing itu disana.
"Hira, masih ada lagi" Seru Yuda.
"Mana?" Tanyaku.
"Di lemari buku! Nih kuncinya" Jawab Yuda, ia memang selalu memegang kunci yang berurusan dengan kelas 6, karena ia adalah ketua kelas.
"Oh.. Yak dapat" Kataku sambil menangkap kunci lemari. Saat kubuka lemari buku, ternyata ada tiga anak kucing. Mereka sangat imut.
"Pus..pus.." Kataku sambil membawa mereka keluar. Aku menaruh di kardus kucing tadi. Ternyata, mereka adalah keluarga. Kucing putih hitam (Sebut saja Manis) langsung menjilati mereka(Tata, Titi, Tutu).
Untuk sementara aku menaruh kardus itu di kantin. Bu Tera setuju untuk merawat kucing itu selama aku berolahraga.
1 jam kemudian..
"Baiklah anak-anak 5 menit untuk ganti baju!" Perintah Pak Budi, guru olahraga.
Saat di perjalanan ke lapangan..
"Kasian loh tadi sih Yuda. Lucu banget ekspresi mukanya! Jarang jarang lihat Yuda, siketua kelas meleleh karena kucing" Tawaku.
"Coba tadi aku berangkat pagi banget. Pastinya bisa lihat moment tak terduga" Sesal Elsa.
"Udah dong ngejeknya" Keluh Yuda.
"Kucingnya lucu nggak?" Tanya Fery.
"Banget lucunya. Nanti kalau udah agak besar dan bisa mandiri, kita pelihara satu satu ya! Kalau Yuda melihara kardusnya aja!" Kataku.
"Betul banget! Sungai ini selalu begini. Dari barat jernih dan dari timur kotor" Kata Fery melihat sungai.
"Eh.. tunggu dulu kayanya ada yang beda?" Sambung Elsa.
"Itu.." Kata Yuda menunjukkan ke salah satu benda hidup.
"Kucing" Teriak kami.
Aku langsung turun kebawah dengan Fery. Karena menurutku itu kotor. Dan becek tanahnya.
Ya udah aku nunggu Fery. Fery langsung kepinggiran sungai. Ia langsung menangkap kucing imut itu.
"Sini Fer!" Kataku sambil berusaha membantu si kucing itu.
Yuda langsung berlari saat aku menakutinya. Aku dan Elsa memandikannya ditoilet umum.
Selesai itu, saat berada di lapangan. Aku melepaskan kucing itu(Namanya Inga). Kami langsung berbaris dan memulai pemanasan namun kucing itu ada di samping kakiku kadang juga pergi ke kaki Fery.
Saat lari jogging, kucing itu ikut lari. Sungguh kucing yang lucu. Kuakui sepertinya kucing itu lebih sayang ke Fery daripada ke aku. Tapi, aku masih ingin merawat kucing Inga, Manis, Tata, Titi dan Tutu bersama sahabatku juga dengan bantuan Bu Tera.
Meong... Salam super dari kucingku.. Abaikan, hehehehehe.......

Tidak ada komentar:
Posting Komentar