Teman yang Misterius

"Perkenalkan semua.. Namaku Hafransis Giafrana Juliata! Panggil saja Tata atau Gia! Mohon bantuannya semua!" Kata Tata memperkenalkan diri di kelas 6B. Tata merupakan anak baru di kelas itu.
"Tata duduk bersama Riara ya. Riara yang rambutnya hitam dan diikat dua" Perintah Pak Didi yang terkenal sabar.
Tata langsung pergi ke bangku Riara berada.
"Salam kenal ya!" Sapa Tata pelan.
Riara hanya mengangguk dan tersenyum indah.
"Baiklah anak-anak. Keluarkan Buku LKS Ipa kalian! Kerjakan halaman 34, romawi 1 dan 2, nomer 1-40 dan 1-25. Memakai soal ya" Perintah Pak Didi.
"Huft banyak banget. Ar aku boleh minjam LKSnya ya? Aku belum punya" Tanya Tata.
"Iya" Jawab Ara singkat. Ara adalah panggilan dari Riara.
1 jam berlalu, Tata dan Ara sudah mengerjakan tugas Ipa.
Karena ada sisa waktu 1 jam 30 menit maka Tata membaca buku yang berjudul Biologi Fisika Mudah. Ara yang memiliki sifat dingin hanya menulis puisi yang setiap barisnya memiliki arti indah.
"Kring.. kring.. kring.."
Bel istirahat berbunyi. Buku Ps Ipa langsung dikumpulkan ke Saga selaku ketua kelas.
"Huh nggak ada teman ngobrol" Keluh Tata.
"Oh iya.. Ara kamu" Kata Tata. Ia belum selesai bicara, Ara menghilang dengan sendirinya.
"Mungkin ia ke kantin atau perpustakaan" Pikir Tata. Tiba-tiba gadis tinggi berkaca mata datang menghampiri Tata.
"Mmm.. Perkenalkan namaku Rya... Mau nggak jadi teman aku?" Tanya Rya yang memiliki sifat pemalu.
"Mau" Jawab Tata.
Mereka berduapun berkawan.. Tetapi tetap saja Tata penasaran dengan Ara.
Seminggu kemudian.
"Ry! Napa ya Ara cuma ada waktu pelajaran dan menghilang alias pergi entah kemana waktu istirahat? Apalagi anaknya itu pendiam dan sifatnya dingin banget" Tanya Tata.
"Oh Riara ya. Kamu belum tau ya! Dia itu memang gitu. Makanya ia dijuluki Ratu Es. Tapi dia pintar dan baik loh. Puisinya juga bagus sampai dipercaya sama Bu Heni, guru kesenian buat nulis puisi di mading kita. Dimajalah juga.
Tiap istirahat dia ada di samping taman kita.
Dia malah sering merawat bunga bunga disana. Kadang dia juga buat puisi disana.
Kamu sering lihat meja kursi di taman sekolah? Itu tempatnya Riara" Jelas Rya.      
"Tapi kenapa orangnya pendiam?" Tanya Tata
"Karena dia kuper mungkin" Jawab Rya
"Kalau kuper, tapi kok Ara tetap tersenyum dan dapat membaca puisi dengan nada yang indah?" Tanya Tata.
"Nggak tau tuh!" Jawab Rya.
"Ke taman yuk. Lihat Ara!" Ajak Tata.
"Ayo... udah lama nggak ke taman" Jawab Rya. Mereka berdua langsung ke taman yang jaraknya bisa dibilang lumayan dari kelas 6B.
Sesampai di taman..
"Hiks... hiks... hiks... Ibu... Kenapa Ibu harus pergi? Aku.. Kangen.. Ibu...." Tangis Ara.
"Ara" Teriak Tata dan Rya yang mengerti bahwa Riara menangis.
"Kamu kenapa?" Tanya Rya.
"Tadi ada.. debu masuk" Bohong Riara.
"Jangan bohong deh Ra. Kami tau kok kalau kamu tadi nangis. Ada apa dengan Ibumu?" Tanya Tata.
"Iya.. Kenapa dengan Ibumu?" Tanya Rya
"Kamu kan tau Ry.. Kalau kelas 5 awal.. Ibuku udah nggak ada! Aku.. tadi.. malam... mimpi tentang Ibuku... Aku... kangen... Ibu..." Jawab Riara dengan nada terputus putus.
"Maaf ya Ri... Aku lupa!" Jawab Rya dengan perasaan bersalah.
"Aku juga minta maaf ya... Apa alasan kamu nggak punya teman dan memiliki sifat pendiam dan dingin karena ini?" Tanya Tata.
"Iya sih... Aku lebih suka di taman ini. Aku bisa meluapkan perasaanku dan menuliskan perasaan itu melalui puisi yang kutulis" Jawab Riara yang sedikit lebih tenang.
"Oh... kamu mau nggak jadi teman kami?" Tanya Rya.
"Mau" Jawab Ara.
"Gitu dong.. Lihat saja aku dan Rya pasti akan mengubah sifatmu menjadi periang dan tidak kesepian lagi!" Kata Tata.
"Pasti dong.. Kamu akan menjelma menjadi Ratu Periang.. Lihat aja nanti" Jawab Rya.
"Terima kasih teman" Jawab Riara yang mengeluarkan air mata. Namu bukan air mata kesedihan ataupun kesepian tetapi air mata kebahagiaan.
Sejak saat itu, mereka bertiga bersahabat.
Tidak ada lagi sosok Ratu Es.. Kursi ditaman pun bertambah 2. Kalian tahu buat siapa kan?
        ?Melati ARF?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar