Dimana, ada suatu kontes yang selalu dinanti-nanti para deklamator pasti itu Beautiful Poetry Contest. Setiap 2,5 tahun sekali, kontes ini diselenggarakan. Kontes yang khusus untuk para pembaca puisi dengan suara indah dan juga diiringi alunan musik indah, membuat semuanya terpana ketika mendengarnya.
Dan, di tahun 2032 ini. Aku mengikutinya untuk yang pertama kali. Mengikuti suatu ajang kontes yang dapat mengharumkan nama keluargaku lagi.
Lagi? Ya, karena selama ini. Kakakku, Aurey Devia selalu menduduki 3 besar. Dan sekarang, giliranku untuk menunjukkan bahwa aku memang masih memiliki darah Sang Deklamator Legendaris, yang tak lain merupakan ayahku sendiri.
Dan, di tahun 2032 ini. Aku mengikutinya untuk yang pertama kali. Mengikuti suatu ajang kontes yang dapat mengharumkan nama keluargaku lagi.
Lagi? Ya, karena selama ini. Kakakku, Aurey Devia selalu menduduki 3 besar. Dan sekarang, giliranku untuk menunjukkan bahwa aku memang masih memiliki darah Sang Deklamator Legendaris, yang tak lain merupakan ayahku sendiri.
2 Feb 2032
Aku bersama Kak Rey latihan bersama dengan 3 puisi yang akan dibawakan secara langsung, dimana antara 1 puisi dengan puisi lain masih berkaitan. Puisi seperti ini, dinamakan Triple Poetry. Dimana, puisi semacam ini sulit untuk dibuat karena seperti mengandung suatu cerita singkat yang mengesankan karena dibawakan dengan indah. Dan puisi yang kugunakan untuk latihan adalah milik Kak Rey sewaktu mengikuti kontes.
Namun.. Tiba-tiba,
"Plak!"
Ayah datang dengan menampar pipi kanan Kak Rey. Aku yang melihatnya pun hanya bisa diam karena tak tahu apa-apa T_T
#BERSAMBUNG#

Tidak ada komentar:
Posting Komentar