Buku Rahasia Zahra - Part 3 (Go for Finish)

Cerita Sebelumnya (Part 1) :
   Aku (Sara) mengajak Zahra, saudara kembarku dan Dara, Dizel, Karin untuk makan bareng di Restaurant Loli karena sikap Zahra yang berubah

 Cerita Sebelumnya (Part 2) : Aku (Sara), Dara, Dizel, dan Karin menemukan solusi untuk membuat kembaranku, Zahra berubah menjadi semula lagi.
 --- O ------- * o * ------- o ---        
Sepulang dari Restaurant Loli........................ Pukul 20.00..
  "Guys! Kayanya, pertama-tama kita harus ngambil tuh buku biru deh!" Seru Dizel di Messenger antara aku, Dizel, Dara dan Karin dengan nama akun "Dizeliana Queen"
  "Itu mah namanya nyuri tau!! Tadi aja respondnya Zahra aneh waktu ngira kakak kembarannya nanya tentang buku biru dan kalau kita pinjam paling hanya jawaban penolakan secara halus seperti makhluk halus" Jawab akun facebook bernama "Karin Sweety" yang baru saja OL.
  "Ngawur nih Karin.. Itu adikku tau! Emang sih tu buku mencurigakan!" Jawabku di kamar tidur, dimana kamar tidurku dan Zahra terpisah, oh ya kalau aku memakai nama akun "SaraSarara".
  "Hehehe.. malah pikirku buku birunya Zahra itu kunci untuk membuat Zahra kembali seperti dulu!" Jawab Dizel.
  "Maaf ya, tapi bagaimana kalau aku punya cara baru tanpa mengambil buku itu!" Kata Dara yang memakai nama akun "Dara Putri Liena"
  "Apaan tuh?" Tanyaku.
  "Iya, apa nih?" Tanya Karin takkalah kepo.
  "Emang ada ya, cara lain tanpa ngambil bukunya Zahra?" Tanya Dizel polos.
  "Ada dong.. Biar aku jelasin ya, ingat gak waktu aku bahas tentang orang tuaku yang nyuekin aku karena bisnis orang tuaku?" Tanya Dara.
  "Inget banget.." Jawab Dizel.
  "Oh, waktu suasananya menegang itu?" Tanya Karin.
  "Iya ya.. Waktu itu, aku merasa Zahra itu lagi sedih jadi aku panggil namanya soalnya takut ada apa-apa. Eh, ternyata tanggapannya itu lama banget and senyumnya itu aneh" Jawabku.
  "Iya betul.. Jadi intinya, kemungkinan besar Zahra itu sering nggak diperhatikan sama ortunya! Betul nggak Sar?" Kata Dara.
  "Kalau menurutku nggak juga, soalnya orang tuaku keseringan diluar negeri buat mantau apartemen yang akan dijual belikan! Ditambah lagi sekarang disuruh ngurusin rumah bersubsidi di Pulau Papua" Jelasku.
  "Oh gitu masalahnya. Oh iya sebentar lagikan ultah kalian berdua?" Kata Dizel.
  "Siapa?" Tanyaku.
  "Kamu and Zahra ..................." Kata Karin.
  "Oh.. Iya juga ya.. Sebentar lagi tanggal 2 Februari.." Kataku yang memang lupa sih.
  "Hahaha.. Polos banget sih Sara ini!" Tawa Karin.
  "Orang tuamu akan merayakan juga?" Tanya Dara.
  "Tidak.. Orang tuaku masih ada di Negara Jepang untuk 2 bulan kedepan!" Kataku.
  "Loh, gimana sih orang tuamu? Kalau emang mentingkan pekerjaannya mendingan nggak usah buat anak!" Jawab Dizel kesal.
  "Sabar dong, Dizel. Mereka kerja buat anaknya makan tau!" Kata Karin.
  "Iya, tapi kasih sayang mereka tidak selalu ada buat anaknya bukan?" Tanya Dizel.
  "Karin! Dizel! Kalian ini mau debat, apa cari solusi untuk Zahra!!" Kata Dara kesal, memang sahabatku Dara ini tidak suka dengan orang yang sedang berdebat. Makanya, sampai sekarang Dara nggak mau kalau disuruh mengikuti rapat keluarga yang selalu ada acara debat.
  "Sorry, oke kembali ke masalah!" Kata Karin
  "Oh iya, gimana kalau kita rayain ultah Zahra and Sara di Jepang.." Usul Dizel.
  "Tapi, meskipun kita rela sampai libur sekolah tetep aja nggak diijinkan sama ortu #_#  " Kataku.
  "Ya udah gimana kalau.............................................."
                Kitapun berhasil menemukan solusi agar Zahra tetap bahagia saat hari ulang tahun kami karena akan ada kejutan spesial.........

 --- O ------- * o * ------- o ---     
 Tanggal 31 Januari......... Di depan Princess Mall.

 "Dizel kok lama banget ya!" Keluh Karin.
 "Mungkin jam tangannya rusak" Kataku.
 "Hahahaha" Tawa aku, Karin dan Dara.
 Seorang perempuanpun datang. Perempuan yang sudah lama ditunggu-tunggu dengan pakaiannya yang berwarna hitam dan jaket berwarna putih diluarnya.
 "Dizeeeeeeeeeel.. Lama amat sih! Tau nggak, mulai tadi itu kita nungguin kamu dari jam 3 lebih 20 menit tau!" Omel Karin.
 "Sorry guys... Tadi itu Kak Zelga masih tidur, jadinya aku naik mobil bareng sopir pribadi. Tapi, sampai pertigaan Jl. Mawar, tuh mobil mogok trus aku harus nelpon Kak Zelga untuk nganterin aku!" Jelas Dizel.
 "Ya udah nggak papa.. Ayo kita masuk!" Ajak Dara.
 "Ayo.. " Jawab kami.
 "Hei, gimana kalau kita beli balon besar yang bentuk huruf dan angka?" Usul Karin.
 "Ide bagus!" Kataku.
Kamipun membeli banyak sekali alat-alat yang diperlukan untuk pesta ulang tahun, seperti balon, pita, benang wol, lilin, piring dan garpu, dll.
 "Ayo kunjungi LiLove Cake Shop! Disini, kalian juga dapat membuat kue sendiri untuk orang tersayang loh! Ada juga kue yang mendapatkan diskon dan juga ada yang Buy One, Get Two loh! Cepetan ya keburu habis..." Promosi seorang perempuan.
 "Guys, kita buat kue ulang tahunnya sendiri yuk!" Ajak Dizel.
 "Ayo.." Jawab kami. Kamipun masuk ke LiLove Cake Shop.
                                                                   --- O ------- * o * ------- o ---     
Saat di dalam LiLove Cake Shop, area perbelanjaan Princess Mall.

 "Baiklah, sekarang tinggal tambahkan topping aja ya!" Kata seorang pelayan toko yang membantu kami untuk membuat kue.
 "Baik!" Jawab kami.
 "Gimana kalau kita tambahkan topping bentuk buku kebuka trus ada bacaan Happy B'Day nya!" Usul Karin.
 "Trus bukunya warna biru kaya yang dibaca sama Zahra!" Usul Dizel.
 "Ide bagus, meskipun aku nggak suka sama ide kalian!" Kataku.
 "Yaudah yuk kita buat!" Kata Dara.
 "Kalau buat kue itu, inget dulu waktu kecil!" Kataku mengenang masa ulang tahun ke 5.

 "Emang kenapa? Cerita dong!" Kata Karin.
 "Oke! Dulu itu, waktu ulang tahun ke 5,. Aku itu abis kecelakaan jadinya aku masuk rumah sakit. Untung aja, Zahra ngusulin kalau tetep ngrayain ulang tahun di kamar rumah sakitku. Jadi, keluargaku itu ngrayain ultah di rumah sakit. Dan aku paling seneng lagi, waktu tahu kalau yang buat kue ulang tahun itu adikku sendiri sambil dibantuin Bunda!" Kataku sambil mengenang masa lalu.
 "Salut banget buat Zahra kecil. Masih kecil, tapi peduli sama saudaranya!" Puji Dizel.
 "Iya.. The best lah!" Kata Karin.
 "Keren!" Kata Dara.
 "Kue utama udah siap, tinggal 2 kue pendamping! Enaknya pake topping apa ya?" Tanya Dara.
 "Kalau dikasih 2 boneka anak kembar dari kue gimana?" Usul Karin.
 "Trus 2 anak itu megang wafer yang ada tulisan Happy B'Day! Oke?" Tanya Dizel.
 "Terserah kalian aja! Trus yang satunya?" Tanya Dara.
 "Yang satunya ada foto yang ulang tahun lalu dikasih lilin yang bertuliskan Happy B'Day!" Usul pelayan yang tampak senang karena kami melakukannya dengan antusias.
 "Emang bisa ya?" Tanyaku.
 "Bisa dong!" Kata pelayan itu meyakinkan.
 "Tapi, mau pake foto apa?" Tanya pelayan itu.
 "Foto yang ini aja!" Usul Dara sambil memberikan hpnya ke pelayan itu.
 "Emang foto yang mana?" Tanyaku.
 "Secret for a fun!" Kata Dara sambil tersenyum.
 "Yang kue pake foto itu. Aku ama Dara aja ya? Yang satunya kalian berdua!" Kata Dizel tersenyum cerdik.
 "Ah.. Enak punyamu gampang!" Keluhku.
 "Tau tuh. Tapi nggak papa! Pelayannya akan bantu trus kitakan punya Chef Sara!" Kata Karin menatapku.
 "Ah.... Karin!" Kataku.
Kamipun melanjutkan untuk membuat kue ulang tahun.............
 --- O ------- Bersambung ya------- o --- 
Jangan lupa episode berikutnya tentang B'Day Party ya! {=o=}   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar