Cerita Sebelumnya (Part 1) :
Aku (Sara) mengajak Zahra, saudara kembarku dan Dara, Dizel, Karin untuk makan bareng di Restaurant Loli karena sikap Zahra yang berubah. Potongan dialog terakhir..
--- O ------- * o * ------- o ---
"Jadi Restaurant Loli ini juga milik orang tuamu ya?" Tanyaku.
"Ya begitulah. Tapi karena bisnis orang tuaku. Aku jadi tidak diperhatikan!" Keluh Dara.
"Sama sepertiku" Keluh Zahra dalam hati.
"Aku ngerti kok! Aku juga tahu rasanya!" Kata Dizel.
"Kok suasananya tegang ya! Senyum dong!" Seru Karin.
"Betul kata Karin! Kitakan niatnya senang-senang!" Kataku. Entah mengapa, aku merasa Zahra juga sedang merasa sedih. Atau, cuma perasaanku aja.. Semuanya pun kembali seperti biasa. Hanya saja,
"Zahra?" Panggilku. Zahra tetap tidak menanggapi panggilanku.. Diam-diam, aku menyenggol bahu Dara yang ada di sampingku.
Dara yang mengerti tentang kode yang kuberikan pun ikut memperhatikan Zahra.. Semuanya juga bingung dengan Zahra yang termenung, sediam-diamnya Zahra, paling tidak dia tetap akan memberi tanggapan walaupun hanya senyuman.
"Zahra!" Panggil kami semua ke Zahra. Gadis yang dipanggil hanya kaget lalu tersenyum, meskipun kutahu adikku ini memberikan senyuman yang sedikit berbeda.
"Aku ngerti kok! Aku juga tahu rasanya!" Kata Dizel.
"Kok suasananya tegang ya! Senyum dong!" Seru Karin.
"Betul kata Karin! Kitakan niatnya senang-senang!" Kataku. Entah mengapa, aku merasa Zahra juga sedang merasa sedih. Atau, cuma perasaanku aja.. Semuanya pun kembali seperti biasa. Hanya saja,
"Zahra?" Panggilku. Zahra tetap tidak menanggapi panggilanku.. Diam-diam, aku menyenggol bahu Dara yang ada di sampingku.
Dara yang mengerti tentang kode yang kuberikan pun ikut memperhatikan Zahra.. Semuanya juga bingung dengan Zahra yang termenung, sediam-diamnya Zahra, paling tidak dia tetap akan memberi tanggapan walaupun hanya senyuman.
"Zahra!" Panggil kami semua ke Zahra. Gadis yang dipanggil hanya kaget lalu tersenyum, meskipun kutahu adikku ini memberikan senyuman yang sedikit berbeda.
--- O ------- * o * ------- o ---
Sepulang dari Restaurant Loli........................ Pukul 20.00..
"Guys! Kayanya, pertama-tama kita harus ngambil tuh buku biru deh!" Seru Dizel di Messenger antara aku, Dizel, Dara dan Karin dengan nama akun "Dizeliana Queen"
"Itu mah namanya nyuri tau!! Tadi aja respondnya Zahra aneh waktu ngira kakak kembarannya nanya tentang buku biru dan kalau kita pinjam paling hanya jawaban penolakan secara halus seperti makhluk halus" Jawab akun facebook bernama "Karin Sweety" yang baru saja OL.
"Ngawur nih Karin.. Itu adikku tau! Emang sih tu buku mencurigakan!" Jawabku di kamar tidur, dimana kamar tidurku dan Zahra terpisah, oh ya kalau aku memakai nama akun "SaraSarara".
"Hehehe.. malah pikirku buku birunya Zahra itu kunci untuk membuat Zahra kembali seperti dulu!" Jawab Dizel.
"Maaf ya, tapi bagaimana kalau aku punya cara baru tanpa mengambil buku itu!" Kata Dara yang memakai nama akun "Dara Putri Liena"
"Apaan tuh?" Tanyaku.
"Iya, apa nih?" Tanya Karin takkalah kepo.
"Emang ada ya, cara lain tanpa ngambil bukunya Zahra?" Tanya Dizel polos.
"Ada dong.. Biar aku jelasin ya, ingat gak waktu aku bahas tentang orang tuaku yang nyuekin aku karena bisnis orang tuaku?" Tanya Dara.
"Inget banget.." Jawab Dizel.
"Oh, waktu suasananya menegang itu?" Tanya Karin.
"Iya ya.. Waktu itu, aku merasa Zahra itu lagi sedih jadi aku panggil namanya soalnya takut ada apa-apa. Eh, ternyata tanggapannya itu lama banget and senyumnya itu aneh" Jawabku.
"Iya betul.. Jadi intinya, kemungkinan besar Zahra itu sering nggak diperhatikan sama ortunya! Betul nggak Sar?" Kata Dara.
"Kalau menurutku nggak juga, soalnya orang tuaku keseringan diluar negeri buat mantau apartemen yang akan dijual belikan! Ditambah lagi sekarang disuruh ngurusin rumah bersubsidi di Pulau Papua" Jelasku.
"Oh gitu masalahnya. Oh iya sebentar lagikan ultah kalian berdua?" Kata Dizel.
"Siapa?" Tanyaku.
"Kamu and Zahra ..................." Kata Karin.
"Oh.. Iya juga ya.. Sebentar lagi tanggal 2 Februari.." Kataku yang memang lupa sih.
"Hahaha.. Polos banget sih Sara ini!" Tawa Karin.
"Orang tuamu akan merayakan juga?" Tanya Dara.
"Tidak.. Orang tuaku masih ada di Negara Jepang untuk 2 bulan kedepan!" Kataku.
"Loh, gimana sih orang tuamu? Kalau emang mentingkan pekerjaannya mendingan nggak usah buat anak!" Jawab Dizel kesal.
"Sabar dong, Dizel. Mereka kerja buat anaknya makan tau!" Kata Karin.
"Iya, tapi kasih sayang mereka tidak selalu ada buat anaknya bukan?" Tanya Dizel.
"Karin! Dizel! Kalian ini mau debat, apa cari solusi untuk Zahra!!" Kata Dara kesal, memang sahabatku Dara ini tidak suka dengan orang yang sedang berdebat. Makanya, sampai sekarang Dara nggak mau kalau disuruh mengikuti rapat keluarga yang selalu ada acara debat.
"Sorry, oke kembali ke masalah!" Kata Karin
"Oh iya, gimana kalau kita rayain ultah Zahra and Sara di Jepang.." Usul Dizel.
"Tapi, meskipun kita rela sampai libur sekolah tetep aja nggak diijinkan sama ortu #_# " Kataku.
"Ya udah gimana kalau.............................................."
Kitapun berhasil menemukan solusi agar Zahra tetap bahagia saat hari ulang tahun kami karena akan ada kejutan spesial.........
"Inget banget.." Jawab Dizel.
"Oh, waktu suasananya menegang itu?" Tanya Karin.
"Iya ya.. Waktu itu, aku merasa Zahra itu lagi sedih jadi aku panggil namanya soalnya takut ada apa-apa. Eh, ternyata tanggapannya itu lama banget and senyumnya itu aneh" Jawabku.
"Iya betul.. Jadi intinya, kemungkinan besar Zahra itu sering nggak diperhatikan sama ortunya! Betul nggak Sar?" Kata Dara.
"Kalau menurutku nggak juga, soalnya orang tuaku keseringan diluar negeri buat mantau apartemen yang akan dijual belikan! Ditambah lagi sekarang disuruh ngurusin rumah bersubsidi di Pulau Papua" Jelasku.
"Oh gitu masalahnya. Oh iya sebentar lagikan ultah kalian berdua?" Kata Dizel.
"Siapa?" Tanyaku.
"Kamu and Zahra ..................." Kata Karin.
"Oh.. Iya juga ya.. Sebentar lagi tanggal 2 Februari.." Kataku yang memang lupa sih.
"Hahaha.. Polos banget sih Sara ini!" Tawa Karin.
"Orang tuamu akan merayakan juga?" Tanya Dara.
"Tidak.. Orang tuaku masih ada di Negara Jepang untuk 2 bulan kedepan!" Kataku.
"Loh, gimana sih orang tuamu? Kalau emang mentingkan pekerjaannya mendingan nggak usah buat anak!" Jawab Dizel kesal.
"Sabar dong, Dizel. Mereka kerja buat anaknya makan tau!" Kata Karin.
"Iya, tapi kasih sayang mereka tidak selalu ada buat anaknya bukan?" Tanya Dizel.
"Karin! Dizel! Kalian ini mau debat, apa cari solusi untuk Zahra!!" Kata Dara kesal, memang sahabatku Dara ini tidak suka dengan orang yang sedang berdebat. Makanya, sampai sekarang Dara nggak mau kalau disuruh mengikuti rapat keluarga yang selalu ada acara debat.
"Sorry, oke kembali ke masalah!" Kata Karin
"Oh iya, gimana kalau kita rayain ultah Zahra and Sara di Jepang.." Usul Dizel.
"Tapi, meskipun kita rela sampai libur sekolah tetep aja nggak diijinkan sama ortu #_# " Kataku.
"Ya udah gimana kalau.............................................."
Kitapun berhasil menemukan solusi agar Zahra tetap bahagia saat hari ulang tahun kami karena akan ada kejutan spesial.........
--- O ------- Bersambung ------- o ---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar